Kenapa game indie kamu stuck di pre-production ā dan cara keluar darinya
Saya udah ngobrol sama puluhan indie developer, dan polanya selalu sama.
Mereka punya ide bagus. Mereka mulai prototype. Terus... mandek.
Bukan karena idenya jelek. Tapi karena satu orang tidak bisa jadi programmer, artist, dan game designer sekaligus ā setidaknya tidak secara bersamaan tanpa burnout.
Tiga bottleneck terbesar yang saya lihat:
Art blocker ā gameplaynya jalan tapi semua asset masih placeholder kotak merah. Susah dapat feedback yang real kalau tampilannya belum layak.
Scope creep ā fitur terus nambah tapi tidak ada yang selesai. GDD-nya makin tebal tapi build-nya makin kosong.
Technical debt ā kode ditulis cepat-cepat pas semangat tinggi, sekarang tidak berani disentuh karena takut rusak semua.
Solusinya bukan belajar lebih banyak skill. Solusinya adalah tahu kapan harus minta bantuan.
Banyak solo developer yang stuck di sini bukan karena tidak mampu ā tapi karena mereka pikir "nanti saya kerjain sendiri" padahal projectnya udah butuh tangan kedua.
Kalau kamu lagi di titik ini: drop proyek kamu di reply. Kita bahas bareng.
ā GameCraft Agency š®
